Arti Kedisiplinan Seorang Guru

abstraks:

”KEDISIPLINAN GURU PENGARUHNYA TERHADAP AKHLAK SISWA (Penelitian di SDN Mayak I Kecamatan Curugbitung Lebak)”. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh kedisiplinan guru terhadap akhlak siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan siswa tentang kedisiplinan guru, pembentukan akhlak siswa serta pengaruh kedisiplinan guru terhadap pembentukan akhlak siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa dari SDN 01 Mayak kecamatan Curugbitung sebanyak 361 orang, sedangkan sampel yang diambil adalah 40 siswa kelas VI. Sebagai alat pengumpul data digunakan instrumen utama berupa angket tertutup menggunakan skala Likert 5 kategori, wawancara dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan menggunakan uji Z. setelah dilakukan pengolahan data diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari kedisiplinan guru terhadap pembentukan akhlak siswa, dengan nilai uji Zhitung = 2,63 dan uji Ztabel = 1,96 dengan taraf signifikansi (α = 0,05). Karena Z hitung > dari Z tabel. Dari keseluruhan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara perilaku disiplin guru terhadap pembentukan akhlak siswa di SDN Mayak 01 Curugbitung Kapubaten Lebak.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam perkembangan peradaban dan kebudayaan suatu bangsa, tidaklah cukup dengan hanya memiliki kecerdasan berfikir dan kemampuan intelektual saja, tetapi juga harus disertai dengan kesehatan mental dan budi pekerti yang luhur atau akhlak yang mulia. Sebagian besar masyarakat berpandangan bahwa upaya untuk meningkatkan kecerdasan berpikir, pembangunan mental, budi pekerti atau akhlak mulia adalah tugas dunia pendidikan atau secara khusus tugas sekolah.

Dewasa ini, keberadaan sekolah benar-benar sangat diperlukan, karena sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar untuk membimbing, mendidik, melatih dan mengembangkan kemampuan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan diantaranya adalah menjadi manusia yang berbudi pekerti atau akhlak yang luhur. Hal tersebut sesuai dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 : …bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab (UU Sisdiknas, 2003:7)

Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa pada kenyataannya tidak sedikit pelajar yang kerap kali menunjukkan perilaku yang tidak terpuji dalam kesehariannya. Kita sering mendengar banyaknya kasus tawuran antar pelajar, keterlibatan penggunaan obat-obatan terlarang, sex bebas di kalangan pelajar sekolah, terutama di kot-kota besar. Kenyataan ini menunjukkan bahwa pembinaan perilaku atau akhlak tidaklah mudah dilakukan dan harus ditangani dengan sungguh-sungguh.

Menurut Imam Barnadib (2003:3) bahwa watak yang tidak bermoral perlu dicegah kehadirannya dalam pergaulan manusia. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan upaya pembinaan jangka panjang dan harus dimulai sejak dini, antara lain mulai dari keluarga, kemudian dari lingkungan sekolah dan masyarakat. Di lingkungan sekolah guru memegang peranan penting dalam proses pembentukan dan perkembangan akhlak peserta didik. Sebagai pendidik guru tidak hanya bertugas untuk menyampaikan mata pelajaran tertentu saja, tetapi juga dituntut untuk dapat membimbing, mengarahkan dan memberikan teladan yang terpuji sehingga dapat membantu menumbuhkan perilaku yang baik serta akhlak mulia pada peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Guru pada idealnya harus dijadikan idola dan dihormati oleh peserta didik, maka guru harus mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk menunjukkan perilaku yang baik, berdisiplin dan menanamkan nilai-nilai moral yang sangat penting bagi perkembangan kejiwaan siswanya. Perilaku guru akan memberikan warna dan corak tersendiri terhadap watak peserta didik di kemudian hari. Contoh teladan yang ditunjukkan oleh Guru akan lebih mudah melekat dalam perilaku siswa dibandingkan dengan pembelajaran secara verbal. Jadi guru harus memiliki akhlak baik dan menunjukkan sikap disiplin yang tinggi agar dapat menjadi panutan bagi anak didiknya, sehingga proses pendidikan yang dilaksanakan dapat berhasil sesuia dengan tujuannya.

Namun demikian, kita tidak dapat menafikan bahwa masih banyak guru yang tidak ambil peduli terhadap keharusan-keharusan tersebut, karena mereka tidak memahami dengan baik tugasnya sebagai pendidik. Banyak guru yang beranggapan bahwa jika proses pembelajaran di kelas telah selesai, maka selesai pula tugasnya, bahkan tidak jarang pula mereka mengabaikan tugasnya untuk mengajar. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut antara lain adalah Pertama, banyak yang menjadi guru karena motif ekonomi, yang diperlukannya adalah upah dari mengajar, kadang tidak ikhlas dengan gaji yang diterimanya, sehingga berusaha mencari tambahan dengan mengorbankan tugas utamanya sebagai pendidik, dan tidak mau tahu tengan tujuan pendidikan sebenarnya; Kedua, banyak guru yang mempunyai latar belakang pendidikannya belum keguruan yang menyebabkan kurang faham dengan etika keguruan; Ketiga, rendahnya sikap disiplin pribadi guru, kurangnya semangat dan rasa tanggungjawab untuk melaksanakan tugas, tidak adanya kecintaan terhadap pekerjaan sebagai pendidik dan masih adanya anggapan bahwa bagi anak sekolah dasar telah cukup dengan hanya mengajarnya membaca, menulis dan berhitung.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalahan sebagai berikut :
1.Tata tertib sekolah masih belum dijalankan dengan benar sehingga banyak guru yang melanggarnya.
2.Kurang disiplinnya guru dalam mengajar sehingga berpengaruh terhadap siswa baik dari pengetahuan, sikap maupun perilaku sehari-hari.
3.Masih adanya guru yang kurang faham dengan etika keguruan yang disebabkan guru tersebut bukan dari jalur keguruan yang syah.
4.Pemahaman guru terhadap administrasi sekolah dan kelas masih kurang.

C. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini penulis melakukan pembatasan masalah yaitu dalam hal kedisiplinan guru pengaruhnya terhadap akhlak siswa kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Mayak I Kecamatan Curugbitung.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembagtsan masalah diatas, maka masalah-masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.Bagaimana kedisiplinan guru di Sekolah Dasar Negeri Mayak I Kecamatan Curugbitung ?
2.Bagaimana keadaan akhlak siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Mayak I Kecamatan Curugbitung ?
3.Apakah terdapat hubungan antara kedisiplinan guru dan akhlak siswa kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Mayak I Kecamatan Curugbitung ?

E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
1.Sebagai bahan kajian dan perbandingan secara ilmiah antara teori dengan praktek di lapangan.
2.Sebagai kajian ilmu pengetahuan tentang pelaksanaan disiplin dalam membentuk perilaku.
3.Sebagai bahan masukan bagi sekolah dalam pelaksanaan disiplin untuk membentuk perilaku peserta didik yang terpuji.
4.Sebagai masukan bagi guru untuk lebih meningkatkan kedisiplinan sehingga dapat memberikan teladan yang baik bagi peserta didik.



Berita Untuk Kawan

Hal – Hal Utama Dalam Menjalin Cinta

mutiara_kata21

Semua orang mendambakan cinta yang terjalin akan indah berseri sepanjang masa. Namun kehangatan api cinta bisa padam, keindahan pesona cinta bisa memudar dan hilang. Oleh karena itu diperlukan pemahaman dan usaha untuk menyalakan api cinta dan mempertahankan keindahan cinta.

KASIH SAYANG adalah esensi dari cinta yang murni. Idealnya adalah keseimbangan dalam memberi dan menerima kasih sayang. Belajarlah untuk menyayangi kekasihmu seperti kamu menyayangi dirimu sendiri. Nyatakanlah kasih sayangmu padanya dengan perhatian, bersikap pengertian, bicara dengan kata-kata yang manis, menghidangkan makanan atau minuman kesukaannya, dsb. Jangan sedih dan kecewa kalo’ kekasihmu tampak belum sungguh-sungguh menyayangimu. Jangan berhenti menyayanginya, karena cepat atau lambat dia akan merespon kasih sayangmu dengan kasih sayangnya yang murni.

KEPERCAYAAN adalah ungkapan cinta yang mendalam. Rasa saling percaya adalah iklim yang ideal bagi tumbuhnya benih-benih cinta. Sebaliknya, kurangnya rasa percaya merupakan hama yang bisa merusak bunga-bunga cinta dengan kesalahpahaman, kecemburuan dan kekhawatiran. Tambahkanlah terus kepercayaanmu padanya, dan berusahalah agar kepercayaannya padamu juga semakin bulat.

KETULUSAN cinta keluar dari hati nurani yang bersih. Hubungan cinta yang tulus akan ditandai dengan keterus-terangan, keterbukaan dan kejujuran. Tidak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada kepura-puraan, tidak ada rekayasa dan tidak ada maksud-maksud terselubung. Betapa rapuhnya cinta yang terjalin tanpa ketulusan.

PERSAHABATAN adalah kebutuhan mutlak dalam suatu jalinan cinta. Cinta bukanlah cinta bila tanpa persahabatan. Sebagai sahabat yang baik, kamu akan menjadi teman bicara, teman bercanda, teman bermain, teman diskusi, teman dikala suka dan duka. Sebagai sahabat, kamu tidak akan menggurui, mengatur, mengekang dan membuatnya takut. Berusahalah untuk menjadi sahabat yang baik dan menyenangkan agar dia merasa lebih nyaman dan bahagia.

KOMUNIKASI adalah jembatan yang bisa menyatukan dua hati dan dua pikiran. Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah, tidak ada yang terlalu banyak bicara dan tidak ada yang terlalu banyak diam. Komunikasi yang baik tidak hanya sekedar bicara, tapi juga mendengar dengan telinga dan hati. Komunikasi yang terbuka akan membuat hubungan lebih akrab, dapat mencegah kesalahpahaman dan memudahkan penyelesaian konflik Tanpa komunikasi yang baik, sulit untuk mempertahankan keindahan suatu jalinan cinta. Jadi, peliharalah jalur komunikasi yang lancar dan jangan biarkan tersumbat.

KESETIAAN mencerminkan kekuatan karakter. Mudah sekali mengucapkan janji setia, namun terkadang sulit untuk menjalaninya karena banyak sekali godaan yang bisa menggoyahkan kesetiaan. Tapi dalam keadaan apapun kesetiaan harus dijaga, sebab tidak mungkin mempertahankan keindahan cinta tanpa kesetiaan. Manusiawi sekali waktu kamu mengagumi dan menyukai orang lain yang sangat menarik, namun kesetiaan akan mencegah kamu mengkhianati kekasihmu dengan cara apapun. Kesetiaan juga akan diuji oleh situasi dan kondisi yang buruk. Kesetiaan akan memilih untuk tetap mencintainya ketika dia sakit, ketika dia tidak berdaya, atau ketika dia tidak menarik lagi secara fisik.

RASA HORMAT adalah bagian yang tak terpisahkan dari kasih sayang. Kalo’ kamu saling menyayangi, maka kamu akan saling menghormati. Rasa hormat akan memagari keakraban dan keintimanmu agar tidak melanggar hak pribadi yang masih dimiliki oleh sepasang kekasih. Rasa hormat akan membuat kamu menghargai privasinya, menghargai pendapatnya, menghargai keyakinannya dan manghargai dirinya sebagai seorang pribadi yang penting. Kalo’ kamu menghormati kekasihmu, kamu akan menjaga kehormatan dan harga dirinya.
photography2love2

Continue Reading...